Sriwijaya FC Siap Duetkan Lagi Bobby Satria dan M Roby

Bobby Satria Sriwijaya FC

Duet BoRo atau Bobby Satria dan M Roby di lini belakang Sriwijaya FC tampil menjanjikan. Itu terjadi saat Sriwijaya menang 2-0 atas tim tamu Persela Lamongan, Selasa (26/9). Dalam laga itu, Bobby dan Roby dipasang sebagai duet bek tengah.

Berdasar itu, tim pelatih Laskar Wong Kito, berencana mematenkan duet bek tengah tersebut. Tim pelatih akan mencoba lagi keduanya dalam laga berikutnya.

“Mereka mau kerja sama saling menutup pergerakan lawan sehingga tidak sampai kebobolan. Semoga lawan Mitra Kukar, keduanya tetap bisa main,” ungkap Hartono Ruslan, pelatih Sriwijaya.

Hartono sebenarnya sempat waswas pada awal pertandingan lantaran menilainya berjudi menurunkan duet BoRo. Ini karena keduanya belum fit. Bobby belum lama sembuh dari cedera engkel. Sementara Roby pada pertandingan lawan Persela merupakan debutnya di Liga 1 setelah delapan bulan menepi karena cedera lutut.

Toh, di lapangan, Bobby dan Roby mampu tampil lugas. Keduanya juga disiplin menjaga area pertahanan tim dan akhirnya mencatatkan clean sheet.

Hanya saja, Hartono dibuat khawatir lantaran Roby sempat mengeluhkan adanya masalah pada kakinya. Dia berharap itu bisa segera diatasi dan pada laga berikutnya bisa tampil.

“Semoga saja tidak fatal karena Roby cukup kokoh dalam bertahan. Pergerakannya memang masih lamban tapi dia unggul dalam penempatan. Dia selalu sukses menutup pergerakan pemain lawan,” imbuhnya.

Meski begitu, Hartono tetap bisa lebih tenang melawan Mitra Kukar nanti. Selain Bobby dan Roby, di posisi itu juga ada Ahmad Faris dan Dominggus Fakdawer yang sudah kembali bermain. Simulasi untuk menemukan pemain yang pas di jantung pertahanan terus dilakukan dalam latihan.

Duet BoRo terbilang baru. Sebelumnya, Hartono terus bereksperimen dengan tandem Dominggus-Faris, Bobby-Yanto Basna, dan Yanto-Dominggus. Duet terakhir sempat menjadi harapan bisa perkuat benteng pertahanan karena menjanjikan. Sayangnya, Hartono kesulitan mempertahankan duet ini karena pemain sering terkena kartu dan tindakan indisipliner.

lihat artikel asli disini