Ini alasan penggawa Persewangi ogah jabat tangan pemain PSBK

Nanda Pradana membeber alasan di balik keengganan timnya menjabat tangan para pemain lawan, sebelum laga kontra PSBK. Kapten tim Persewangi Banyuwangi ini menilai hal tersebut sebagai bentuk sikap mereka yang tak mengakui pertandingan tersebut.

“Kami menilai PSBK bukan lawan kami,” ujar Nanda.

“Ini sebuah pertandingan yang dipaksakan,” sambungnya.

Menurut Nanda, ia tak ada masalah apapun dengan para pemain PSBK. Iapun menyebut memiliki hubungan baik dengan sejumlah pemain Laskar PETA, julukan PSBK.

“Saya sudah meminta maaf dan menyebut alasan tak bisa bersalaman dengan mereka,” tuturnya.

Sebelumnya, para penggawa Persewangi tak mau menjabat tangan para pemain PSBK, sebagaimana layaknya seremoni sebelum laga dimulai. Mereka hanya menyalami wasit dan asisten wasit.

Kontan saja aksi ini mendapat reaksi keras dari penjaga gawang PSBK. Kendati ditenangkan rekan-rekannya, penjaga gawang PSBK sempat melontarkan sejumlah kata yang bernada provokatif.

Laga antara Persewangi dan PSBK Kota Blitar berlangsung ricuh. Bahkan, laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (10/10) sore ini tak sampai tuntas dihelat. Laga dihentikan pada menit 86 setelah berulang kali terjadi protes dan wasit tak mampu mencegah sejumlah insiden baku pukul antar pemain kedua tim.

Saat laga dihentikan, posisi PSBK unggul 1-0. Mereka mencetak gol pada menit 69 melalui sepakan Prisma Chairul Anwar.

Pada pertandingan ini, kedua tim harus “mengakhiri” pertandingan dengan skuat yang tak lagi lengkap. Aditya Wahyudi dari PSBK bersama Didik Ariyanto dan Deki Rolias harus meninggalkan lapangan lebih dulu usai mendapat kartu merah dari wasit.

sumber: merdeka

BAGIKAN