Persewangi sebut ada skenario loloskan PSBK

Persewangi Banyuwangi tak puas dengan kepemimpinan wasit pada laga kontra PSBK Blitar. Mereka menilai kepemimpinan wasit merupakan bagian dari skenario besar untuk meloloskan PSBK.

“Dari pertama sudah dikondisikan bahwa yang harus lolos adalah PSBK,” ujar Pelatih Persewangi Banyuwangi, Bagong Iswahyudi.

“Pada pertandingan ini kelihatan seperti apa kepemimpinan wasit. Kita nggak akan bisa menang,” sambungnya.

Bagong menambahkan bahwa para pemain dan ofisial bisa saja terancam sanksi berat akibat insiden baku pukul. Namun, ia menggarisbawahi bahwa sanksi ini tak berlaku pada wasit, yang keputusannya bisa jadi pemantik insiden-insiden tersebut.

“Paling mereka hanya satu dua hari tidak ditugaskan. Lalu mereka ditugaskan di tempat yang jauh dari pantauan orang,” tukasnya.

“Jadi rusak sepakbola kita. Ada pesanan dari sana,” ia menambahkan, sembari menyebut nama dua sosok tokoh di sepakbola Indonesia, yang kerap disangkutkan dengan skandal pengaturan pertandingan.

Sebelumnya, laga antara Persewangi dan PSBK Kota Blitar berlangsung ricuh. Bahkan, laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Selasa (10/10) sore ini tak sampai tuntas dihelat. Laga dihentikan pada menit 86 setelah berulang kali terjadi protes dan wasit tak mampu mencegah sejumlah insiden baku pukul antar pemain kedua tim.

Saat laga dihentikan, posisi PSBK unggul 1-0. Mereka mencetak gol pada menit 69 melalui sepakan Prisma Chairul Anwar.

Pada pertandingan ini, kedua tim harus “mengakhiri” pertandingan dengan skuat yang tak lagi lengkap. Aditya Wahyudi dari PSBK bersama Didik Ariyanto dan Deki Rolias harus meninggalkan lapangan lebih dulu usai mendapat kartu merah dari wasit.

Pertandingan ini dihelat karena PSSI meloloskan gugatan PSBK. Mereka merasa lebih berhak lolos ke playoff, mewakili Grup 6, karena memiliki agregat gol lebih baik dalam dua kali pertemuan mereka dengan Persewangi Banyuwangi.

Laskar Blambangan, julukan Persewangi, sejatinya sudah sempat mengajukan banding atas keputusan ini. Namun, banding mereka ditolak.

Sementara itu, Manajer Persewangi, Hari Wijaya juga menyoroti kepemimpinan wasit Suhardiyanto pada laga ini. Hari menilai, wasit asal Muara Enim ini berat sebelah dalam memimpin pertandingan

Salah satu keputusan wasit yang menjadi sorotan Hari adalah ketika ia mengeluarkan kartu merah pada pemain mereka, Didik Aryanto, pada menit ketiga pertandingan. Padahal, Hari menyebut, Didik justru yang dilanggar pemain PSBK.

“Kami kemudian mendapat kartu merah lagi. Setelah itupun kita masih dikerjain,” tandasnya.

sumber: merdeka

BAGIKAN