Ini Dia Sosok Pengganti Nil Maizar di Semen Padang

Delfi Adri Semen Padang

Penggemar sepak bola dari Sumatra Barat (Sumbar) harus berat hati mendegar kabar klub Semen Padang (SP) menghentikan kerja sama dengan pelatih karismatik Nil Maizar. Nil yang sudah bersama Kabau Sirah sejak 2015 silam harus meninggalkan kursi pelatih kepala karena rentetan hasil buruk selama putaran kedua Liga 1 2017.

Dari 11 laga, Nil hanya bisa memberikan satu kemenangan untuk the Kmers. Itu pun diraih atas tim lemah Persegres Gresik United. Posisi Semen Padang kini dalam bahaya karena hanya satu garis di atas zona degradasi.

Pasca-kekalahan 0-4 dari tuan rumah PSM Makassar di pekan ke-27, manajemen SP langsung memberhentikan Nil. Sampai akhir musim, Semen Padang mempercayakan asisten Nil, Delfi Adri sebagai caretaker.

Promosi jabatan yang diberikan Semen Padang kepada Delfi mengundang tanda tanya. Banyak yang tidak mengenal pria yang sudah dua tahun menjadi tangan kanan Nil tersebut.

Tapi, Delfi sebenarnya bukanlah orang baru di pantas sepak bola Indonesia. Delfi sudah berkecimpung di dunia kepelatihan sejak 2014 silam. Ia memulai karier sebagai peracik strategi tim U-21 Semen Padang.

Sebagai pelatih kepala Semen Padang U-21, Delfi pernah membawa Kerbau Merah junior mengangkat trofi Liga Super Indonesia U-21 2014. Ketika itu tim besutan Delfi mengalahkan Sriwijaya FC U-21 dengan skor 4-0 di final yang digelar di Bandung.

Pencapaian Delfi sebagai pelatih tim muda di tahun 2014 tersebut membuat manajemen Semen Padang memperhitungkannya masuk ke jajaran pelatih tim senior.

Sejak 2015, Delfi mulai bertugas sebagai asisten pelatih di bawah araha Nil Maizar. Kebetulan, Delfi dan Nil punya kedekatan karena sama-sama berasal dari Kota Madya Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.

Kompetisi debut Delfi sebagai asisten pelatih tim senior Semen Padang adalah di ajang Piala Jenderal Sudirman 2015. Saat itu SP mengakhiri turnamen pramusim tersebut sebagai runner-up.

Kontrak Delfi terus diperpanjang setahun untuk kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016 dan berlanjut setahun untuk Liga 1 2017. Sampai pada akhirnya, ia dipercaya menjadi caretaker menggantikan Nil Maizar.

Kehadiran Nil Delfi Adri membuat harapan terhadap prestasi Semen Padang kembali membuncah. Ia ditantang untuk membuktikan kelayakan sebagai pelatih ulung. Selama ini, Semen Padang memang dikenal sebagai pencetak pelatih-pelatih hebat di sepak bola Indonesia.

Ketika Nil dipercaya melatih timnas Indonesia di tahun 2012 lalu, Semen Padang mengorbitkan Jafri Sastra. Jafri adalah pelatih yang melanjutkan kesuksean Nil pasca-menjuarai Liga Prima Indonesia 2011. Di tangan Jafri, Semen Padang mencapai perempat final Piala AFC 2013. Ketika hengkang ke Mitra Kukar, Jafri juga berhasil memenangkan Piala Jenderal Sudirman.

Ilmu sepak bola Delfi tak hanya ia dapatkan sejak melatih tim junior SP dan asisten Nil Maizar. Delfi adalah pesepak bola berprestasi di era 1980-an dan 1990-an. Ia satu generasi dengan Nil, Jafri, dan juga Indra Sjafri yang kini melatih timnas Indonesia U-19.

Delfi yang berposisi sebagai striker pernah mengantarkan Semen Padang menjuarai Piala Galatama 1992. Piala Galatama adalah kompetisi resmi yang setara dengan Liga 1 Indonesia saat ini. Ketika itu di final mereka mengalahkan Arema Malang di Kota Surabaya dan Delfi mencetak gol kemenangan. Prestasi itu membuat Delfi ikut mengantarkan Semen Padang menjadi kontestan Piala Winners Asia setahun berikutnya.

Prestasi dan loyalitasnya kepada Semen Padang membuat Delfi diberikan status karyawan tetap di PT Semen Padang ketika pensiun sebagai pemain. Karena memiliki bakat sebagai pelatih, pihak manajemen Semen Padang memberinya kesempatan untuk melanjutkan karier sebagai pelatih tim.

BAGIKAN