Madura United Pilih Hadapi Barito Putera di Bangkalan

Madura United memutuskan untuk menggelar pertandingan melawan Barito Putera di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (5/11) mendatang. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Madura United dijatuhi hukuman larangan menggelar empat laga kandang di Pulau Madura.

Pihak Madura United sudah mengajukan banding atas keputusan Komisi Disiplin (Komdis) tersebut. Hanya saja belum ada surat keputusan dari Komisi Banding (Komding). Sedangkan pertandingan sudah harus digelar lima hari lagi. Maka Madura United memutuskan menggelar laga di Bangkalan.

Manajer Madura United Haruna Soemitro menjelaskan, klub sudah melakukan segala proses sesuai dengan haknya, melalui proses yudisial yang sudah ditetapkan. Termasuk melakukan melakukan kewajiban dari proses hukum tersebut, membayar denda yang ditetapkan dan juga melakukan upaya yang sudah diatur.

“Apakah federasi sudah mengibanginya dengan kewajiban pada anggotanya? Ini yang menurut kami harus didudukkan persoalannya dengan sebak-baiknya. Kejadian terhadap Madura United harus bisa menjadi pelajaran semua pihak, baik klub maupun kepada federasi,” ucap Haruna.

Menurut Haruna hukuman laga usiran dan tanpa penonton itu adalah hukuman yang sulit diterima dengan nalar. “Panpel sudah dihukum, komunitas suporter juga dihukum. Apa efek jera yang diinginkan dari hukuman tersebut?” tanya pria asal Surabaya tersebut.

Bagi Haruna, hukuman tanpa penonton, hukuman denda dan hukuman usiran itu adalah tiga hal yang berbeda. “Klub mau tidak mau dalam proses yudisial ini menjadi objek yang tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara itu, upaya banding juga tidak berproses dengan baik,” imbuhnya.

Mantan manajer Persebaya Surabaya ini berharap apa yang dialami Madura United harus menjadi refleksi kepada semua pihak, baik kepada klub maupun kepada federasi. “Jangan kemudian efek jera yang diberikan justru mematikan seluruh aspek industri yang masih meletakkan pondasinya untuk berkembang,” tutup Haruna. (jpnn)