Beranda Kompetisi Lain Mantan Kapten Arema Merintis Karier sebagai Pelatih

Mantan Kapten Arema Merintis Karier sebagai Pelatih

Mantan bek Arema FC dan Bhayangkara FC, Suroso sudah pensiun sebagai pesepak bola. Sejak awak musim ini, dia sudah tidak lagi terikat kontrak dengan klub profesional.

Suroso mengaku ingin dekat dengan keluarganya di Malang. Sebab, saat membela Bhayangkara FC selama dua musim lalu, Suroso merasa jauh dari anak dan istrinya. Pada saat itu, Bhayangkara FC berkandang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Setelah pensiun pada usia 37 tahun, Suroso ternyata tak bisa jauh dari dunia sepak bola. Sebulan terakhir, dia fokus melatih tim SSB Makota Bhayangkara. Sebuah SSB baru yang dikelola oleh Kepolisian Malang Kota. Suroso mendapat tugas untuk menangani kelompok usia dini.

“Sekarang membantu untuk melatih. Nanti kalau ada kursus kepelatihan saya akan ikut,” jelasnya.

Saat ini, Suroso belum mengantongi lisensi kepelatihan. Semasa bermain, dia tidak berpikir menyiapkan diri sebagai pelatih setelah pensiun. “Kebetulan anak saya juga ikut di SSB ini. Jadi melatih dia sekalian,” jelasnya.

Selama satu minggu, kapten Arema musim 2009 ini dua kali memimpin latihan di SSB tersebut. Dia sangat menikmatinya karena menularkan ilmu dasar kepada anak usia delapan tahun menjadi tantangan tersendiri.i

“Susahnya anak kecil itu masih sulit menerima instruksi yang agak berat. Tapi saat cara passing mulai benar, dribble lancar, itu jadi kepuasan tersendiri,” kata pemain yang pernah membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006 tersebut.

Mantan bek Arema FC, Suroso, terancam pensiun akibat regulasi kompetisi Liga 1 dan Liga 2. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Sebenarnya, Suroso dapat banyak tawaran untuk melatih SSB. Namun tidak semua diterima karena dia ingin melatih di sekolah sepak bola yang serius untuk mengembangkan bakat pemain muda.

“Saya juga sharing dengan keluarga untuk memilih melatih dimana. Tapi mayoritas saya ditawari memegang tim usia dini,” jawabnya.

Suroso memang dikenal sebagai sosok yang sabar. Dia bisa telaten dalam melatih ilmu dasar sepak bola.

“Biasanya anak kecil ini suka latihan game. Jadi kalau saya lihat latihan dasar sudah cukup, langsung saya kasih game biar mereka gembira. Pada usia itu (8-12 tahun) yang pertama ditanamkan harus senang dulu main bola,” sambungnya.

Tidak menutup kemungkinan Suroso akan kembali ke tim profesional sebagai pelatih. Tapi saat ini dia belum berpkir lebih jauh karena masih harus mengikuti kursus kepelatihan level AFC untuk bisa ke klub profesional.