Penonton Membludak, Panitia Arema vs Persija Akui Ada Kesalahan Teknis

Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC mengakui kesalahan teknis atas melubernya penonton hingga area sentelban. Tak hanya ratusan, penonton yang berada di tribun selatan itu menempati area steril di lapangan hingga mencapai ribuan orang.

Hal ini lah yang kemudian membuat pertandingan sempat tertunda dari jadwal semula pada pukul 18:30 WIB. Wasit Adi Riyanto asal Jawa Tengah, akhirnya meniup peluit tanda kick-off pada pukul 18:55 WIB, atau molor hingga 25 menit.

Pertandingan pun dilangsungkan, setelah adanya perundingan yang melibatkan beberapa unsur perangkat pertandingan, mulai perwakilan kedua tim, wasit, Panpel hingga keamanan seperti TNI dan Polri.

“Kami mohon teman-teman suporter yang berada di selatan, untuk segera bergeser menempati tribun berdiri di sebelah Utara. Karena jika tetap ada di sentelban, pertandingan tidak akan dimulai,” buntu peringatan MC di Stadion Kanjuruhan, Ovan Tobing sebelum laga.

Ribuan penonton yang semula menumpuk di sisi selatan hingga mendekati papan iklan elektronik, akhirnya melunak setelah dihimbau berkali-kali. Sepertiga penonton kemudian berjalan menuju tribun berdiri di sisi Utara, sebagian lagi tetap bertahan di area sentelban.

“Kami sudah mengarahkan penonton di sentelban untuk masuk ke tribun berdiri. Tapi karena terhalang deretan bendera Aremania maupun The Jak di pagar, sebagian dari mereka bertahan di area sentelban,” papar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Seiring hal itu, pihak Panpel pun mengakui kesalahan atas kurang optimalnya kinerja mereka. Potensi adanya kebocoran tiket pun mencuat, lantatan jumlah penonton yang hadir jauh melebihi kapasitas stadion Kanjuruhan secara maksimal hingga 45 ribu orang.

“Kami atas nama Panpel memohon maaf atas ketidaknyamanan semua pihak, terutama Aremania maupun The Jak Mania selama pertandingan,” tutup Abdul Haris.

BAGIKAN